Halo, Bunda! Saat hamil, pasti Bunda sering mendengar berbagai larangan makanan dari orang tua atau tetangga. Mulai dari larangan makan buah tertentu karena takut keguguran, hingga mitos seputar bentuk fisik bayi yang dikaitkan dengan apa yang Bunda makan.
Namun, apakah semua larangan itu benar secara medis? Ataukah hanya mitos turun-temurun? Tim PetaBumil merangkum 5 mitos makanan paling populer beserta faktanya agar Bunda lebih tenang menjalani masa kehamilan.
1. Mitos: Makan Nanas Menyebabkan Keguguran
Faktanya: Ini adalah mitos paling legendaris! Nanas memang mengandung enzim bromelain yang jika dikonsumsi dalam jumlah sangat masif (sangat banyak) bisa memicu kontraksi. Namun, makan 1-2 potong nanas segar justru sangat baik karena kaya akan vitamin C dan hidrasi. Jadi, Bunda tidak perlu takut makan nanas secukupnya.
2. Mitos: Ibu Hamil Dilarang Makan Durian Karena "Panas"
Faktanya: Banyak Bunda yang ngeri menyentuh raja buah ini. Secara medis, tidak ada istilah makanan "panas" yang membahayakan janin. Durian justru mengandung asam folat yang bagus untuk kehamilan. Larangan medisnya lebih ke arah porsi; durian sangat tinggi kalori dan gula. Jika Bunda punya riwayat diabetes gestasional, sebaiknya dibatasi 1-2 biji saja agar gula darah tidak melonjak.
3. Mitos: Makan Cabai Bikin Bayi Lahir Botak atau Belekan
Faktanya: Tidak ada hubungannya sama sekali, Bunda! Pertumbuhan rambut bayi sangat dipengaruhi oleh faktor genetik bawaan orang tua, bukan karena rasa pedas dari masakan. Bunda boleh saja menikmati makanan pedas berbahan cabai asli. Namun, tetap batasi tingkat kepedasannya agar Bunda tidak terkena diare atau asam lambung (GERD) yang sering kumat saat hamil.
4. Mitos: Air Es Membuat Bayi Lahir Besar (Makrosomia)
Faktanya: Air putih dingin atau air es tidak memiliki kalori, sehingga mustahil membuat berat badan janin bertambah drastis. Yang membuat bayi besar di dalam kandungan adalah jika Bunda minum es yang dicampur banyak sirup, gula, susu kental manis, atau boba! Jadi, minum air mineral dingin sangat aman dan bagus untuk menyegarkan tubuh Bunda.
5. Mitos: Minum Kopi Dilarang Keras Sepanjang Kehamilan
Faktanya: Bunda pecinta kopi tidak perlu puasa ngopi 100%. Ahli kesehatan (termasuk WHO) masih memperbolehkan ibu hamil mengonsumsi kafein dengan batas maksimal 200 mg per hari (setara dengan 1 cangkir kopi instan). Namun, ingat bahwa kafein juga ada di teh dan cokelat, jadi Bunda harus pintar-pintar mengatur takarannya setiap hari.